Rabu, 02 Maret 2016

Kenapa Harga Emas Naik Turun

Semua orang tahu bahwa emas adalah barang yang berharga dan tidak ada matinya.
Meskipun harganya mahal, pasti tetap ada saja orang yang membelinya.
Dan tentu saja alasan utamanya adalah sebagian besar masyarakat menyadari keunggulan investasi emas dibandingkan investasi lainnya.
Tapi yang menjadi pertanyaan berikutnya: “apa harga emas cenderung naik dan stabil?”.

Berikut adalah faktor atau penyebab kenapa harga emas bisa naik turun :

Kenaikan Inflasi
Setiap negara pastinya mempunyai prediksi akan tingkat inflasinya sebelum menentukan kebijakan ekonomi.
Prediksi tersebut adalah acuan untuk menetapkan tingkat suku bunga, dan lainnya pada negara tersebut.
Tetapi biasanya jika inflasi ternyata melebihi prediksi, kabar baiknya adalah harga emas akan berkilau.
Dan disetiap kondisi ekonomi tidak menentu, emas ibarat mata air di gurun sahara yang diburu orang.
Namun kebalikannya, jika keadaan ekonomi suatu negara itu baik pastinya harga emas akan melemah.
Hal ini disebabkan karena jika ekonomi negara tersebut baik, maka investor biasa akan memburu mata uang tersebut sebagai investasi sehingga berkurangnya permintaan pada emas akhirnya menyebabkan harga emas turun.
Naiknya Permintaan Emas
Salah satu penyebab naiknya permintaan adalah kelangkaan.
Naiknya permintaan yang tidak dliputi dengan jumlah pasokan yang mencukupi akan mengakibatkan emas mengalami kenaikan drastis.
Beberapa negara seperti India dan Cina merupakan kedua negara yang memilih lebih baik menghabiskan uang mereka untuk berinvestasi emas.
 
Kondisi Politik Dunia
Disaat terjadi ketidakpastian ekonomi, seperti yang dulu dan sampai sekarang masih terjadi, konflik antara pasukan sekutu Amerika dengan Irak, membawa ketegangan dalam dunia politik memanas.
Guna menghindari kerugian, banyak investor yang menarik investasinya dalam bursa saham, forex, dan obligasi.
Mereka kemudian beralih ke invesatsi yang lebih aman, yaitu emas. Dari sini permintaan emas mengalami kenaikan.

 Terjadinya Kepanikan Finansial

Istilah Kepanikan Financial sering disebut krisis finansial digunakan untuk berbagai situasi dengan berbagai institusi atau aset keuangan kehilangan sebagian besar nilai mereka. Pada abad ke-19 dan ke-20, banyak krisis finansial berhubungan dengan kepanikan perbankan dan resesi. Situasi lain yang sering disebut sebagai krisis finansial adalah runtuhnya bursa efek dan krisis mata uang. Tentu anda masih ingat krisis moneter yang menimpa Indonesia pada tahun 1998 dan tahun 2008 yang mengakibatkan kepanikan finansial. Tanpa disadari sebenarnya , bukankan krisis atau kepanikan financial terjadi setiap 10 tahun sekali ? akankah di tahun 2018 nanti akan terjadi hal yang sama ? Karena menurut prediksi , harga emas diperkirakan akan naik ditahun 2016 ini
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar